Sidak

Oleh: Musri Nauli

“Astafirullah”. Demikian kata-kata tidak percaya dari Al Haris Gubernur Jambi ketika sidak ke SMA Titian Teras, Pijoan, Jambi.

Seakan-akan tidak percaya melihat sampah menumpuk. Didepan kamar.

Sungguh-sungguh pemandangan kontras dengan SMA Titian Teras yang merupakan salah satu sekolah tingkat atas favorit Jambi.

Hampir disetiap pembicaraan orang tua yang ingin melihat putra-putrinya berhasil untuk memasuki sekolah unggulan provinsi Jambi.

Tapi selain hanya diterima siswa-siswa yang unggul, sulitnya mendapatkan akses untuk masuk menyebabkan para orang tua tidak dapat memasukkan anaknya ke sekolah unggulan.

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah mendengar desas-desus. Jangankan rakyat yang tidak mempunyai akses, petinggi Jambi Saja sama sekali diabaikan.

Sekolah ini sempat menjadi misteri. Hanya kalangan tertentu yang dapat masuk.

Tapi saya percaya dengan kekuatan doa petinggi Jambi. Dengan santai dia bercerita.

“Sabar, bang. Tuhan pasti menunjukkan caranya”, Katanya sambil menghisap rokok. Asap mengepul. Suasana hening.

Rasanya belum lama saya mendengarkan cerita itu dan bertemu sang pejabat. Al Haris yang Sudah mendapatkan laporan lengkap kemudian sidak. Langsung malam-malam tanpa aba-aba.

Apa yang dilihat Al Haris sebagai Gubernur Jambi, sungguh-sungguh mencengangkan.

Sampah menumpuk didepan asrama. Bahkan tercecer disana.

SMA Titian Teras yang menjadi simbol kebanggaan rakyat Jambi sungguh memalukan.

Suasana persis tempat pembuangan sampah.

Terlepas dari tanggungjawab Kepala Sekolah yang kemudian diganti, namun hingga sekarang saya belum juga mengerti.

Mengapa ada Sampah berceceran disana-sini. Dimana pengawasan ? Apakah sama sekali tidak ada petugas kebersihan. Atau memang sama sekali tidak yang mau membersihkan.

Lalu bagaimana Mereka bisa tidur selama ini ?

Ah. Sungguh-sungguh sama sekali tidak mengerti.

Sudah saatnya simbol kebanggaan masyarakat Jambi dikembalikan. SMA Titian Teras sebagai cermin dan tempat anak-anak Jambi menikmati pendidikan lebih layak dikembalikan.

Momentum sidak yang dilakukan Al Haris sebagai Gubernur Jambi dapat dijadikan untuk merekrut putra-putri terbaik di Jambi untuk menikmati Pendidikan.

Mekanisme perekrutan siswa-siswi harus transparan. Sehingga adanya kesamaan menngikuti seleksi adalah bagian dari bentuk transparan dan akuntabel.

Dengan demikian maka SMA Titian Teras menjadi “oase” dari harapan putra-putri Jambi.

Semoga harapan yang dikumandangkan dapat mengembalikan SMA Titian Teras sebagai kebanggaan Rakyat Jambi.

(Penulis merupakan Advokat yang tinggal di Jambi)

Komentar