Soal Tingginya Angka Inflasi, Al Haris: Tidak Ada Warga Keluhkan Hal Itu

BETARA.ID, Bungo – Provinsi Jambi disoroti Presiden Indonesia Joko Widodo karena inflasi mencapai angka 8,55 persen. Jokowi mewarning Pemprov Jambi agar mampu menekan angka inflasi tersebut.

Terkait itu Gubernur Jambi, Al Haris mengakui bahwa Provinsi Jambi tertinggi angka inflasinya, terkait itu juga ia sudah melakukan langkah-langkah untuk menurunkan angka inflasi.

Sementara sebaliknya, lanjut Al Haris pertumbuhan ekonomi Jambi tertinggi di Sumatera.

“Pertumbuhan ekonomi Jambi tertinggi di Sumatera. Angka inflasi kita juga tinggi, kita lihat sampat saat ini tidak ada warga mengeluhkan hal itu (Inflasi), artinya kita masih memiliki data beli, hanya saya kita ingin harganya dibawah itu,” kata Al Haris usai menghadiri acara launching Institut AKSS Muara Bungo, Senin (22/8/2022).

“Persoalan ini saya minta semua tim satgas pangan didaerah diaktifkan kembali, dan pantau betul harga perhari di komiditi yang ada Provinsi Jambi, dalam waktu dekat kita akan adakan rapat bersama Bupati walikota di Jambi,” katanya.

Al Haris menyebutkan kenaikan inflasi di Jambi disebabkan adanya kenaikan harga komoditas cabai dan telur ayam boiler beberapa waktu lalu.

“Saat tim BPS turun cek harga cabai masih tinggi mencapai Rp 90 ribu perkilogram. Saat saya bersama pak menteri perdagangan turun ke pasar waktu itu harga masih stabil. Itu yang kita khawatirkan ketika harga naik tim BPS turun maka terjadi inflasi. Namun hari ini untuk harga di pasar sudah mulai stabil dan terkendali,” ungkapnya.

Al Haris juga menyebut, inflasi di Jambi juga disebabkan cukai rokok, karena jumlah perokok di Jambi cukup tinggi. “Sehingga daya belinya meningkatkan harganya pun meningkat, itu yang membuat inflasi Jambi jadi naik,” tukasnya.

Untuk diketahui survei BPS itu hanya dilakukan di dua Kota, yaitu Kota Jambi dan Kabupaten Bungo. (Fey)

Komentar