BETARA.ID, SUNGAI PENUH – Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hesnidar Haris, mengambil langkah strategis untuk menekan angka buta aksara Al-Qur’an di kalangan pelajar.
Ia mengumpulkan guru agama SMA dan SMK se-Provinsi Jambi dalam kegiatan Training of Trainer (ToT) di Gedung Nasional Kota Sungai Penuh, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat visi “Lima Quick Wins” Pemerintah Provinsi Jambi, khususnya pilar Pro Jambi Agamis.
Bekerja sama dengan Biro Kesra Provinsi Jambi, pelatihan ini bertujuan membekali guru dengan teknik pengajaran yang lebih aplikatif.
Hesti Haris sapaan akrab Hesnidar Haris memperkenalkan metode “30 Menit Bisa Membaca Al-Qur’an” karya Achmad Farid Hasan kepada para peserta. Ia meyakini, metode ini mampu menjadi solusi efektif bagi siswa untuk belajar dengan cara yang jauh lebih cepat dan menyenangkan.
“Kami ingin memastikan setiap anak mendapatkan akses belajar yang efektif. Guru agama kami bekali dengan metode ini agar mereka bisa mengajarkannya kembali kepada siswa di sekolah masing-masing,” ujar Hesti di sela-sela kegiatan.
Langkah ini diambil berdasarkan data survei Dinas Pendidikan Provinsi Jambi yang menunjukkan masih ada ribuan siswa tingkat SMA belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik.
Fakta ini menjadi dasar bagi Hesti untuk terus mendorong pembinaan yang lebih masif.
Dalam arahannya, Hesti menekankan bahwa keberhasilan pendidikan agama tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga pada kemampuan guru dalam membangun motivasi siswa. Guru dituntut untuk menjadi motor penggerak literasi Al-Qur’an di sekolah.
“Metode yang tepat memang mempermudah pemahaman. Namun, motivasi adalah kunci utamanya. Saat siswa sudah semangat, hambatan dalam belajar akan jauh lebih mudah diatasi,” tegasnya.
Hesti berharap, pelatihan ini menciptakan efek domino yang positif. Dengan membekali para guru sebagai trainer, kemampuan membaca Al-Qur’an diharapkan bisa meningkat merata di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.
Di akhir kesempatan, Hesti mengajak seluruh elemen pendidikan untuk terus berkolaborasi. Baginya, literasi Al-Qur’an adalah fondasi karakter yang krusial bagi generasi muda sebagai pedoman hidup.
“Al-Qur’an adalah pedoman umat Islam. Memberikan kemudahan bagi generasi muda untuk mempelajarinya adalah tanggung jawab kita bersama demi mewujudkan Jambi yang lebih agamis,” pungkasnya. (*/rdi)










