Satgas Karhutla Amankan Dua Pelaku Pembakaran Lahan di Tanjab Barat

BETARA.ID, Jambi – Tim Satuan tugas Kebakaran hutan dan lahan (Satgas Karhutla) berhasil mengamankan dua pelaku pembakaran lahan di Kawasan Hutan Konservasi Rimba Hutan Limas di Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Provinsi Jambi.

Hal ini disampaikan langsung oleh Danrem 042/Gapu selaku Plh Dansatgas Karhutla Jambi, Brigjen TNI Nyamin, pada Rabu (2/9/2026)

“Petugas gabungan mengamankan dua warga di Desa Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat terkait dugaan pembakaran hutan di kawasan konservasi,” ujarnya.

Dijelaskannya, saat itu petugas yang sedang berada di lapangan sedang melakukan pemadaman dan menemukan masyarakat yang berada di sekitar titik api.

“Ini hutan konservasi tapi terbakar, kebetulan pada saat memadamkan menemukan masyarakat yang mengaku itu adalah lahan mereka, padahal ini hutan konservasi,” jelasnya.

Dua warga yang diamankan berinisial T (63) dan AKA (65), keduanya merupakan warga Batang Asam. Selanjutnya kedua warga tersebut diserahkan kepada penyidik Gakum Kehutanan Jambi.

“Untuk proses selanjutnya akan kita serahkan ke petugas yang berwajib,” kata Brigken TNI Nyamin.

Hasil pemeriksaan awal, keduanya mengaku lahan tersebut milik mereka dan hendak digunakan untuk bercocok tanam.

Namun lokasi kejadian merupakan kawasan hutan konservasi yang sudah dipasangi plang larangan masuk.

“Mereka membantah sengaja membakar, tapi yang membabat lahan itu mereka dan sedang terbakar, orangnya juga masih ada di situ. Pengakuannya mereka memasak,” katanya.

Barang bukti yang diamankan berupa lahan yang terbakar dan telah dibabat, satu unit sepeda motor, perkakas kebun, serta korek api.

Menurut Danrem, luas lahan yang terbakar diperkirakan dua hektare pada siang hari dan berpotensi meluas. Pada sore harinya telah dilakukan water bombing untuk memadamkan api.

“Harapannya api bisa segera padam setelah di water bombing dan tidak meluas dimana daerah itu memang sering terjadi kebakaran,” jelasnya.

Brigjen Nyamin juga mengimbau masyarakat Jambi agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat musim kemarau masih panjang dan cuaca lebih panas dari tahun sebelumnya.

“Kami berharap warga untuk tidak membakar dan tidak membuat api di lahan-lahan yang kondisinya sekarang lagi kering, apalagi dengan sengaja membakar,” pungkasnya. (rdi)