BETARA.ID, JAMBI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi terus berupaya melakukan pembinaan terhadap narapidana.
Upaya yang dilakukan bukan hanya soal bagaimana warga binaan menjalani masa pidana, tetapi juga proses memanusiakan manusia agar siap kembali ke masyarakat dengan lebih baik.
Penegasan ini disampaikan Kepala Lapas Jambi, Syahroni Ali dalam acara coffee morning Lapas Kelas IIA Jambi bersama insan pers di Kota Jambi, Rabu (01/04/2026).
Tak hanya bersilaturahmi, momen ini juga jadi ruang membangun kepercayaan antara lembaga pemasyarakatan dan media.
Selain Kalapas, hadir juga Ka KPLP Lapas Jambi, Riko Hamdan, Kabinadik Yuli dan Kasubsi Bimkesmaswat, Pandega.
Kepala Lapas Jambi, Syahroni Ali menegaskan bahwa media memiliki posisi penting sebagai jembatan informasi antara lembaga dan masyarakat.
“Media adalah mitra strategis kami. Lewat peran pers, informasi tentang Lapas Kelas IIA Jambi bisa tersampaikan secara utuh, akurat, dan berimbang,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kalapas turut memaparkan berbagai program pembinaan dan peningkatan pelayanan yang tengah dijalankan.
Menurutnya, pembinaan terhadap warga binaan bukan hanya ketika menjalani masa pidana, tetapi juga bagaimana memanusiakan manusia agar mereka siap kembali ke masyarakat dengan lebih baik.
Selain itu, pihaknya juga selalu mengayomi dan berupaya memenuhi segala hak-hak warga binaan sesuai aturan hukum yang berlaku.
Kalapas menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan informasi sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.
“Kami terbuka terhadap kritik yang membangun. Justru dari sana kami bisa berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan serta pembinaan,” tambahnya.
Nanang, perwakilan media yang hadir menyambut baik kegiatan seperti ini sebagai langkah positif dalam membangun sinergi yang selama ini sangat dibutuhkan.
“Sinergi antara Lapas Jambi dan pers sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemasyarakatan,” ujarnya.
Nanang juga menyoroti adanya perbedaan antara isu yang berkembang di luar dengan kondisi nyata di lapangan.
Menurutnya, di sinilah peran pers menjadi krusial untuk menghadirkan informasi yang berimbang.
“Sering kali yang diisukan di luar berbeda dengan realita di lapangan. Pers memiliki tanggung jawab untuk melihat langsung dan menyampaikan fakta yang sebenarnya. Sudah selayaknya media turut membantu menciptakan opini yang positif dan konstruktif,” tegasnya.
Melalui coffee morning ini, tidak hanya terbangun komunikasi yang lebih erat, tetapi juga tumbuh harapan akan kolaborasi yang lebih kuat ke depan.
Sinergi antara Lapas Kelas IIA Jambi dan media diharapkan mampu menghadirkan transparansi informasi, sekaligus mengikis stigma negatif, sehingga kepercayaan publik terhadap lembaga pemasyarakatan semakin meningkat. (rdi)









