Kualitas Udara Jambi Masuk Zona Merah, Gubernur Al Haris Kaji Opsi Liburkan PAUD dan Wajib Masker

BETARA.ID, ​JAMBI — Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan sldan lahan (Karhutla) mulai menghantui Provinsi Jambi.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat kualitas udara di wilayah ini sudah menembus ambang batas kurang sehat.

Menanggapi situasi darurat ini, Gubernur Jambi Al Haris langsung memasang kuda-kuda dengan menyiapkan sejumlah langkah taktis guna melindungi kesehatan warga.

​Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi kini tengah mematangkan dua opsi krusial. Langkah tersebut mencakup kewajiban menggunakan masker bagi masyarakat luas serta opsi meliburkan sementara aktivitas belajar mengajar di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

​Al Haris mengakui dirinya menerima laporan langsung terkait perburukan kualitas udara tersebut dari Kepala Dinas LH.

“Memang iklim kita ini kondisinya sudah masuk data diambang batas kurang sehat. Saya dapat info dari Kepala Dinas LH tadi malam,” ujar Al Haris, Selasa (11/8/2026).

​Kendati demikian, Pemprov Jambi tidak ingin gegabah mengambil keputusan. Pihaknya memilih mengandalkan pemantauan intensif selama beberapa hari ke depan untuk membaca tren perubahan udara, apakah berangsur pulih atau justru semakin pekat.

​Jika grafik kualitas udara tidak menunjukkan perbaikan dan tetap berada di level mengkhawatirkan, Pemprov Jambi memastikan bakal segera menerbitkan surat edaran resmi.

“Kita akan pantau beberapa hari ini. Kalau memang masih seperti itu kurang sehat, mungkin akan ada dari kami edaran kepada masyarakat untuk mulai menggunakan masker,” tegasnya.

​Sorotan tajam juga diarahkan kepada keselamatan kelompok rentan, khususnya anak-anak.

Pemprov Jambi secara khusus mengkaji ulang efektivitas kegiatan belajar di sekolah tingkat PAUD demi memastikan anak-anak terhindar dari paparan polusi udara berbahaya.

​”Kita juga memantau sekolah-sekolah. Untuk PAUD apakah rawan, apakah akan diliburkan dan sebagainya, kita lihat dulu beberapa hari ini,” jelas Al Haris.

​Langkah preventif ini diambil sebagai perisai awal untuk membentengi warga dari risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat penurunan kualitas udara.

​Pemprov Jambi mengimbau masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi resmi seputar cuaca dan lingkungan.

Warga diminta siaga dan tidak ragu mengenakan masker serta membatasi aktivitas luar ruangan apabila kondisi udara di luar rumah kian memburuk dalam waktu dekat. (*/rdi)

News Feed