BETARA.ID, JAMBI – Gemerlap budaya dan sejarah menyelimuti kawasan Eks MTQ Jambi, Jumat malam (14/8/2026).
Festival Batanghari 2026 resmi dibuka, membawa napas baru bagi pariwisata Jambi dengan mengangkat tema besar: “Jejak Jalur Perdagangan Rempah di Sungai Batanghari”.
Event bergengsi ini dibuka langsung Asisten Deputi Strategi Event Kementerian Pariwisata RI, Raden Wisnu Sindhutrisno.
Kehadirannya disambut antusias Gubernur Jambi Al Haris, Wali Kota Jambi Maulana, serta ribuan masyarakat yang memadati arena festival.
Prestasi membanggakan kembali diraih tahun ini. Festival Batanghari sukses menembus daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 untuk kelima kalinya. Capaian ini mengukuhkan posisi festival tersebut sebagai salah satu agenda wisata unggulan di Indonesia.
Dalam sambutannya, Al Haris menegaskan bahwa tema jalur rempah bukan sekadar jargon. Ia mengajak generasi muda Jambi untuk meneladani kegigihan leluhur yang dulu mampu bernegosiasi secara sejajar dengan pedagang dari berbagai belahan dunia.
“Tepian Sungai Batanghari menjadi saksi bisu kedigdayaan leluhur kita. Mereka tidak hanya produsen rempah, tapi juga pelaut ulung yang menguasai ilmu astronomi dan bahasa internasional. Inilah sumber kebanggaan kita,” ujar Al Haris.
Lebih dari sekadar pertunjukan budaya, Al Haris berharap festival ini menjadi mesin penggerak ekonomi. Mengingat ekonomi Jambi tumbuh positif sebesar 5,38 persen pada triwulan pertama 2026, momentum ini menjadi peluang emas untuk mempromosikan UMKM dan industri kreatif lokal.
Data mencatat sepanjang tahun 2025, Jambi dikunjungi 14.386 wisatawan mancanegara dan lebih dari 4,5 juta wisatawan nusantara.
Angka ini menjadi suntikan motivasi bagi pemerintah untuk terus memperbaiki infrastruktur dan konektivitas bandara.
“Kita terus berupaya meningkatkan kenyamanan wisatawan. Salah satu target besar kita adalah mendorong kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi agar mendapatkan pengakuan sebagai warisan dunia dari UNESCO,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Asisten Deputi Strategi Event Kementerian Pariwisata RI, Raden Wisnu Sindhutrisno, memuji konsistensi Pemprov Jambi. Baginya, Batanghari bukan sekadar sungai, melainkan nadi kehidupan dan pusat lahirnya peradaban Melayu Jambi.
“Kementerian Pariwisata terus mendorong daerah untuk mengolah narasi budaya menjadi pengalaman wisata berkualitas. Festival Batanghari memiliki identitas yang sangat kuat,” tutur Raden Wisnu.
Raden Wisnu berharap, festival ini segera naik kelas ke jajaran 10 besar event nasional. Ia menekankan pentingnya pariwisata regeneratif—pariwisata yang tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga menjaga kelestarian alam dan memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.
Festival Batanghari 2026 kini menjadi panggung pembuktian. Jambi bukan hanya menjual pesona alam, namun sedang memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata sejarah yang siap memikat wisatawan mancanegara untuk datang dan kembali lagi. (*/rdi)








