BETARA.ID, JAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas di Provinsi Jambi membuat kualitas udara berada pada level mengkhawatirkan.
Menghadapi kondisi darurat polusi ini, Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah, mendesak pemerintah daerah agar segera mengambil langkah mitigasi guna melindungi kesehatan para pelajar.
Hafiz mendorong para kepala daerah di kabupaten dan kota untuk memberlakukan sistem belajar daring atau meliburkan sementara aktivitas sekolah tatap muka.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak diterapkan secara pukul rata, melainkan disesuaikan dengan tingkat kualitas udara di masing-masing wilayah.
”Kalau wilayahnya hari ini tergolong dalam kondisi kategori tidak sehat, liburkan dulu sementara sampai melihat situasi perkembangan selanjutnya,” ungkap Hafiz usai memimpin rapat paripurna.
Di tengah ancaman pekatnya kabut asap, pemerintah pusat turut memberikan intervensi strategis untuk mempercepat penanganan karhutla di Jambi.
Berdasarkan hasil koordinasi bersama jajaran kabinet, Jambi memperoleh alokasi bantuan berupa pembangunan 500 titik sumur bor dalam di berbagai area rawan.
Infrastruktur air ini disebar ke lokasi-lokasi yang selama ini minim sumber air agar memudahkan tim pemadam memadamkan api.
Selain itu, sumur bor tersebut disiapkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengantisipasi potensi kekeringan dan karhutla di masa mendatang.
Upaya pemadaman dari udara juga terus digenjot melalui penambahan armada helikopter water bombing. Saat ini, tiga unit helikopter telah beroperasi, dan pemerintah pusat langsung menyetujui tambahan satu unit lagi guna memaksimalkan operasi pemadaman di titik-titik api.
”Yang sudah ada hari ini tiga, kita minta tambah tiga lagi. Berdasarkan pernyataan secara virtual, yang sudah bisa dilaksanakan besok itu satu, sudah dapat support untuk Jambi,” pungkasnya. (*/rdi)






