BETARA.ID, KOTA JAMBI – Pemerintah Kota Jambi menyalurkan bantuan tunai bagi 16 warga terdampak musibah di Ruang Rapat Wali Kota Jambi, Selasa (21/7/2026).
Penerima bantuan terdiri dari korban kebakaran rumah, bencana tanah longsor, hingga ahli waris warga yang meninggal dunia akibat tenggelam.
Wali Kota Jambi Maulana menyerahkan langsung bantuan tersebut untuk membantu penanganan pascabencana, mulai dari pembelian bahan bangunan hingga santunan duka.
Pemkot Jambi sebelumnya telah menerjunkan tim tanggap darurat sesaat setelah musibah terjadi untuk mendata kerusakan dan menghitung total kerugian warga.
“Hari ini kami mengumpulkan 16 warga Kota Jambi yang mengalami bencana. Bantuan yang diserahkan berupa bantuan langsung untuk membeli bahan maupun uang duka. Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat,” ujar Maulana.
Menghadapi musim kemarau panjang, Maulana bersama Kapolresta Jambi mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran permukiman.
“Kalau keluar rumah, pastikan sumber-sumber api sudah dipadamkan. Peralatan listrik yang tidak diperlukan harus dilepas. Apabila meninggalkan rumah cukup lama, titipkan kepada tetangga. Jangan membakar lahan atau sampah,” tegas Maulana.
Guna memangkas waktu tempuh armada pemadam di kawasan padat rumah kayu, Pemkot Jambi merencanakan pembangunan Pos Pemadam Kebakaran baru di Kecamatan Pelayangan.
Langkah ini menyikapi kendala jangkauan armada yang selama ini harus meluncur dari Pos Pasir Panjang maupun Tanjung Sari saat terjadi kebakaran di kawasan Seberang Kota Jambi.
Selain memperkuat infrastruktur, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi menggalakkan program Damkar Goes to RT. Petugas turun ke lingkungan warga untuk memberikan pelatihan penanganan awal kebocoran tabung gas dan korsleting listrik.
Maulana menyoroti kebiasaan sebagian warga yang mendahulukan merekam video kebakaran untuk media sosial ketimbang menghubungi petugas kedaruratan.
Keterlambatan laporan ini menghambat target waktu tanggap armada pemadam yang dipatok maksimal 15 menit sampai di lokasi kejadian. Pemkot Jambi telah menyediakan layanan darurat bebas pulsa 112 dan layanan kepolisian 110.
“Kalau ada kejadian bencana apa pun, telepon petugas terlebih dahulu, baru direkam. Jangan sampai sibuk merekam dan mengunggah ke media sosial, sementara laporan kepada petugas terlambat,” tegas Maulana.(*/Rdi)





