BETARA.ID, JAMBI – Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Mandiri Angkatan 13 yang digelar PWI Kota Jambi pada 20–21 Mei 2026 berlangsung sukses.
Kali ini, UKW ini diikuti 22 peserta dari berbagai media di Provinsi Jambi. Dari jumlah itu, sebanyak 10 peserta mengikuti jenjang utama dan 12 peserta mengikuti jenjang muda.
UKW sendiri merupakan instrumen penting untuk mengukur profesionalisme wartawan, mulai dari pemahaman kode etik jurnalistik, teknik peliputan, penyusunan berita, hingga tanggung jawab sosial pers.
Gubernur Jambi, Al Haris saat pembukaan menegaskan, bahwa UKW bukan sekadar kegiatan formal, tetapi langkah penting dalam memperkuat profesionalisme serta integritas wartawan dalam menyajikan informasi akurat kepada publik.
“Kompetensi bukan hanya soal lulus ujian, tetapi bagaimana wartawan menjaga independensi, akurasi, dan kepercayaan publik terhadap informasi yang disampaikan,” ujarnya.
Sementara, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar saat menghadiri pembukaan UKW menekankan bahwa insan pers memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas informasi di tengah masyarakat.
“Ini moment penting bagi rekan-rekan wartawan untuk terus menunjukkan peran dan tanggung jawabnya di tengah masyarakat. Ketika muncul berbagai isu lokal di daerah, maka sudah menjadi kewajiban kita bersama menghadirkan informasi yang benar, menjelaskan fakta sebenarnya, serta memberikan pemahaman objektif kepada publik melalui platform media yang dimiliki,” ujar Kapolda Jambi.
Kapolda juga menyoroti perubahan pola konsumsi informasi masyarakat di era digital, di mana media sosial dan media digital berkembang sangat cepat sehingga wartawan dituntut lebih adaptif dan profesional.
“Di era digital saat ini, perkembangan informasi sangat cepat. Media cetak perlahan mulai ditinggalkan dan masyarakat lebih banyak mengakses informasi melalui media digital dan media sosial. Oleh karena itu, insan pers dituntut semakin adaptif, profesional, serta mampu menjaga kualitas informasi agar tidak menimbulkan keresahan maupun disinformasi di masyarakat,” jelasnya.
Irjen Pol. Krisno H. Siregar menegaskan bahwa kompetensi wartawan tidak hanya diukur dari kemampuan menyampaikan berita, tetapi juga harus dilandasi nilai kemanusiaan, keadilan, dan kejujuran.
“Polda Jambi meyakini bahwa kompetensi seorang wartawan tidak hanya diukur dari kemampuan menyampaikan berita, tetapi juga harus berlandaskan pada tiga nilai utama, yaitu nilai kemanusiaan, keadilan, dan kejujuran. Ketiga nilai tersebut menjadi pondasi penting dalam membangun pers yang profesional, berintegritas, dan dipercaya masyarakat,” tegasnya.
Pelaksanaan UKW Mandiri PWI Kota Jambi tersebut diharapkan dapat melahirkan wartawan profesional, independen, memahami kode etik jurnalistik, serta memiliki kemampuan verifikasi informasi dalam menghasilkan pemberitaan yang akurat dan berimbang.
Irwansyah A, wartawan yang sehari-hari meliput di Desk Hukum/Kriminal berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan dinyatakan lulus UKW tingkat utama sekaligus meraih nilai tertinggi di kelas utama.
Capaian tersebut menjadi bukti kemampuan, integritas, serta pengalaman jurnalistik yang dimilikinya dalam menjalankan profesi kewartawanan sesuai standar kompetensi yang ditetapkan Dewan Pers.
Keberhasilan Irwansyah meraih nilai tertinggi di kelas utama dinilai menjadi capaian tersendiri karena jenjang utama merupakan tingkatan kompetensi tertinggi dalam UKW.
Pada level ini, peserta dituntut tidak hanya mampu menghasilkan karya jurnalistik yang baik, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial redaksi, pengambilan keputusan editorial, serta pemahaman mendalam terhadap etika dan regulasi pers.
Dengan raihan nilai tertinggi tersebut, Irwansyah A dinilai telah menunjukkan komitmen terhadap kualitas jurnalistik yang berlandaskan kompetensi, kode etik, dan tanggung jawab kepada masyarakat. (rdi)












