Tinjau TMMD ke-129, Danrem 042/Gapu Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran dan Bermanfaat Bagi Masyarakat

BETARA.ID, Bungo – Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin, meninjau pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0416/Bute di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, Kamis (23/7/2026).

Peninjauan ini guna memastikan seluruh program TMMD berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Progres pekerjaan fisik TMMD yang menjadi perhatian Danrem meliputi pembukaan badan jalan, rehabilitasi RTLH, mushola, pembangunan MCK, dan sumur bor.

Di lapangan terlihat seluruh pekerjaan dilaksanakan secara terpadu oleh personel Satgas TMMD bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Danrem menegaskan bahwa TMMD merupakan program lintas sektoral yang menjadi wujud sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pemerataan pembangunan di pedesaan, sekaligus mendukung pembangunan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami ingin memastikan seluruh program terlaksana dengan baik, tepat sasaran, dan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Brigjen TNI Nyamin.

Menurut Danrem, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari meningkatnya akses masyarakat terhadap infrastruktur dasar, tumbuhnya semangat gotong royong, serta semakin kuatnya kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan warga dalam membangun desa.

Program TMMD ke-129 Kodim 0416/Bute merupakan bagian dari komitmen TNI AD  membantu pemerintah mempercepat pembangunan di daerah, khususnya wilayah yang masih memerlukan peningkatan infrastruktur dan fasilitas dasar.

Melalui program ini diharapkan konektivitas wilayah, kualitas lingkungan permukiman, serta akses terhadap layanan dasar semakin meningkat sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga.

Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Dandim 0416/Bute, Wakil Bupati Bungo, para Kasi Korem 042/Gapu, Kalak BPBD Provinsi Jambi, serta perwira Kodim lainnya. (rdi)

Kasus Kematian Brigadir EWS Jadi Perhatian Mabes Polri, Polda Jambi Sudah Periksa 18 Saksi

BETARA.ID, JAMBI – Kasus kematian Brigadir EWS, anggota Polres Tanjung Jabung Timur, terus diselidiki Polda Jambi.

Bahkan kasus tersebut kini mendapat perhatian serius dari Mabes Polri. Mulai dari Bareskrim dan Itwasum Polri turut memberikan asistensi dalam proses penanganan perkara tersebut.

Sejauh ini, Polda Jambi telah meminta keterangan dari 18 saksi untuk mengungkap fakta di balik kematian anggota Polres Tanjab Timur tersebut.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan, asistensi Mabes Polri merupakan bagian dari proses penanganan kasus agar seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur.

“Asistensi dari Bareskrim yang memiliki fungsi penyidikan tindak pidana dan Itwasum Polri untuk fungsi pengawasan internal ini agar pengusutan kasus ini bisa dilakukan secara menyeluruh dan profesional,” ujar Kabid Humas Polda Jambi, Kamis (23/7/2026).

“Pemeriksaan masih dilakukan Ditreskrimum bersama Bidpropam Polda Jambi untuk mendalami seluruh informasi yang berkaitan dengan kasus tersebut,” jelasnya.

“Kita tunggu hasilnya, karena masih proses pemeriksaan yang dilakukan secara maraton,” katanya.

Dikatakannya, 18 saksi yang telah dimintai keterangan itu, merupakan warga sipil, terdiri dari keluarga korban, dokter, serta warga yang berada di sekitarlokasi kejadian dan personel Polres Tanjab Timur yang diduga memiliki keterkaitan dengan kematian korban.

Selain itu, polisi juga masih menunggu hasil outopsi yang diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas terkait penyebab kematian anggota Polres Tanjab Timur itu. (rdi)