BETARA.ID, KERINCI — Pemerintah Provinsi Jambi menggeber strategi jitu untuk mendongkrak daya saing sekaligus memperluas jalur ekspor kopi Kerinci merambah pasar Eropa dan Asia.
Langkah masif ini digencarkan guna membawa komoditas unggulan lokal menembus panggung dunia.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jambi Ariansyah membeberkan cetak biru pengembangan tersebut saat berbicara dalam Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kerinci 2026 di Lapangan Desa Batang Sangir, Kabupaten Kerinci.
Pihaknya mendorong penuh agar varietas arabika dan robusta bertransformasi menjadi premium speciality coffee berbasis indikasi geografis serta konsep single origin.
”Kita mendorong kopi arabika dan robusta Kerinci didorong untuk dikembangkan sebagai premium speciality coffee, termasuk melalui konsep single origin, indikasi geografis, hingga produk bernilai tambah,” ujarnya.
Tidak hanya menjual biji mentah (green bean), pemerintah mengarahkan para pelaku usaha memproduksi kopi sangrai (roasted coffee), kopi bubuk (ground coffee), micro-lot, hingga hasil olahan metode honey dan natural.
Geliat ekspor ini menargetkan jangkauan luas di kawasan Eropa dan Asia. Sejumlah negara masuk dalam radar utama, mulai dari Belgia, Belanda, Jerman, Italia, Prancis, Inggris, hingga China, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Pakistan, Singapura, dan Uni Emirat Arab.
”Strategi ini harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari peningkatan kualitas, penguatan kelembagaan petani, promosi, hingga memastikan kopi Kerinci memiliki akses langsung ke pasar ekspor,” tegasnya.
Guna memikat hati konsumen global, pemerintah menerapkan konsep satu desa satu profil kopi yang dilengkapi sistem ketertelusuran (traceability) berbasis QR Code.
Pembeli dapat memindai kode untuk memantau langsung informasi petani, lokasi kebun, varietas, hingga metode pengolahannya.
Langkah ini sekaligus menjadi perisai ampuh dalam menjawab regulasi ketat perdagangan internasional, termasuk aturan Uni Eropa terkait komoditas bebas deforestasi.
Para petani juga dibekali standar operasional ketat menerapkan prinsip Good Agricultural Practices, Good Processing, hingga Good Export.
Untuk memuluskan ambisi tersebut, Pemprov Jambi memprakarsai pembentukan Kerinci Coffee Export Center.
Fasilitas terpadu ini difungsikan untuk pengendali mutu, laboratorium cupping, roasting, pengemasan, pergudangan, hingga ajang business matching.
Pemerintah juga membentuk Jambi Coffee Export Task Force—wadah koordinasi lintas sektor yang merangkul pemerintah pusat, daerah, perwakilan RI di luar negeri, koperasi, hingga para eksportir guna memburu pembeli potensial dan menjaga kontrak jangka panjang.
Strategi jemput bola turut digalakkan melalui program Buyer to Kerinci. Para pembeli asing diajak terbang langsung melihat kebun, menyaksikan proses pengolahan, mengikuti sesi cupping, hingga menikmati festival kopi di lokasi.
”Buyer harus kita datangkan langsung ke Kerinci. Mereka bisa melihat kebun, proses pengolahan dan kualitas kopi secara langsung,” jelasnya.
Dari sisi logistik, pemanfaatan infrastruktur Pelabuhan Talang Duku, fasilitas kontainer, dan layanan freight forwarding dimaksimalkan agar distribusi pengiriman berjalan mandiri tanpa bergantung pada daerah lain.
Lewat rangkaian target ambisius ini, Pemprov Jambi optimis kopi lokal sukses merangsek ke 15 hingga 20 negara tujuan, merangkul puluhan buyer aktif, melahirkan belasan koperasi ekspor berstandar tinggi, dan mewujudkan “Kopi Kerinci Go Global”. (*/rdi)






