Tekan Inflasi Pangan, Sekda Sudirman Buka Gerakan Pangan Murah di Hari Pangan Sedunia 2026

BETARA.ID, Jambi – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Sudirman resmi membuka Gerakan Pangan Murah dalam rangka Peringatan Hari Pangan Sedunia Tahun 2026, di Halaman Citra Land, Kota Jambi, Rabu (21/10/2026) pagi.

Sekda Sudirman mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan upaya konkret Pemerintah Provinsi Jambi bersama Bank Indonesia Wilayah Jambi dalam menjaga Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di tengah tekanan inflasi.

Dikatakannya, berdasarkan data BPS Provinsi Jambi per 01 Oktober 2026, inflasi bulan ke bulan (mtm) September 2026 terhadap Agustus 2026 sebesar 0,19%.

Sedangkan inflasi tahun ke tahun (yoy) September 2026 terhadap September 2025 sebesar 2,97%. Terjadi penurunan inflasi mtm dari 0,38% di Agustus menjadi 0,19% di September.

Menurutnya, penyebab inflasi terbesar baik mtm maupun yoy adalah kelompok pengeluaran Makanan, Minuman dan Tembakau dengan andil 0,27% (mtm) dan 1,32% (yoy).

Kenaikan harga terjadi pada komoditas cabai merah akibat tingginya permintaan namun stok kurang karena cuaca ekstrem dan kemarau panjang yang menyebabkan gagal panen, serta komoditas beras premium akibat peralihan musim panen ke musim tanam, tingginya ongkos angkut dan biaya kemasan, serta daging ayam akibat tingginya permintaan dan pasokan untuk Program MBG.

“Saya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya agenda Gerakan Pangan Murah ini sebagai upaya menjaga Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan,” ujarnya.

Ia menilai kegiatan yang berkolaborasi dengan Bank Indonesia ini merupakan instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok strategis.

“Besar harapan kita bersama, program resmi pemerintah ini dapat berdampak nyata dalam menjaga keterjangkauan harga, mengamankan pasokan harga pokok serta menekan inflasi daerah,” katanya.

Sudirman menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah untuk memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Kegiatan ini untuk menstabilkan harga pangan, mengalihkan sebagian permintaan masyarakat dari pasar umum ke pangan murah untuk meredam lonjakan harga, sekaligus memastikan stok bahan pokok tetap aman di tengah fluktuasi ekonomi,” jelasnya.

Ia juga berpesan kepada masyarakat untuk memanfaatkan Gerakan Pangan Murah dengan bijak.

“Membeli sesuai kebutuhan konsumsi rumah tangga harian, bukan untuk stok berlebihan. Mari saling menjaga dan bersinergi agar setiap masyarakat mendapatkan kesempatan yang sama memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Johansyah melaporkan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka Peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 merupakan tindak lanjut surat dari Badan Pangan Nasional terkait GPM serentak secara nasional.

Tujuan kegiatan ini adalah, menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan serta menekan inflasi daerah.

Johansyah melaporkan, inflasi yoy Provinsi Jambi turun dari 3,60% pada September menjadi 2,97% pada Oktober 2026.

Namun komoditas penyumbang inflasi masih tinggi, seperti cabai merah keriting, cabai rawit merah, dan daging sapi.

Pada GPM ini juga dijual komoditas dengan harga di bawah pasaran, diantaranya minyak goreng dengan harga Rp.15.500 / Kg dan beras SPHP dengan harga Rp.58.000 / 5 Kg.

“Ke depan, instrumen pengendalian inflasi akan dilanjutkan melalui program LATIBA (Lahan Abadi Hortikultura) di setiap kabupaten/kota untuk menanam komoditas penyumbang inflasi. Saat ini yang berjalan baru di Kota Jambi dan Bungo, dimana Kota Jambi berhasil mengolah lahan 10 hektar,” katanya. (rdi)