SMSI Jambi Bukber Tanpa Pejabat, Mukhtadi Putranusa: Anggaran Lagi Puasa, Jadi Undang yang Bawa Senyum

BETARA.ID, JAMBI – Ada yang berbeda dari buka puasa bersama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Jambi di Ramadhan 1447 H / 26 M. Tidak ada protokoler. Tidak ada ajudan. Tidak ada bisik-bisik, “Pak, waktunya sudah habis.”

Yang ada justru tawa lepas, celetukan segar, dan pengakuan jujur yang dibungkus humor khas Ketua SMSI Jambi, Mukhtadi Putranusa.

Buka puasa bersama digelar di Hotel Luminor Jambi, Selasa (03/03/2026). Puluhan anggota SMSI dan para mitra berkumpul dalam suasana hangat Ramadhan 1447 Hijriah.

Dalam sambutannya, Mukhtadi langsung “menyerang” suasana dengan gaya santai.

“Kalau Bapak/Ibu perhatikan, hari ini tidak ada pejabat. Tidak ada protokoler. Kenapa? Pertama, kita paham pejabat itu sibuk. Jadwalnya padat. Kadang mau hadir pun harus menunggu konfirmasi dari konfirmasi yang sudah dikonfirmasi,” ujarnya disambut tawa.

“Yang kedua, kalau ada pejabat itu bukan mereka yang ribet… kita yang ribet! Atur kursi, atur sambutan, atur waktu, atur jarak senyum,” lanjutnya.

Lalu ia menutup dengan punchline yang membuat ruangan pecah.

“Dan yang terakhir, ini yang paling jujur… SMSI lagi buntu. Anggaran kita lagi puasa juga!”. Tawa kembali mengalir deras.

Undang yang Datang Bawa Senyum, Bukan Proposal

Bukber ini memang sengaja dibuat sederhana. Undangan dari luar hanya mitra, tokoh, dan sahabat yang selama ini akrab dengan dunia pemberitaan di Jambi.

Hadir di antaranya perwakilan Ketua Dewan Pembina SMSI Jambi DR H Sutan Adil Hendra, jajaran dewan penasehat, Ketua PWI Provinsi Jambi H. Ridwan Agus, Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Jambi Panglima Adri, Ketua SAJA Jefri Pardede, serta tokoh masyarakat Robert Samosir dan Dr Noviardi.

“Yang kita undang ini yang pasti-pasti saja. Tidak pakai pengawalan, tidak pakai protokoler. Kalau datang bawa senyum, bukan daftar permintaan,” celetuk Mukhtadi lagi.

Namun di balik canda, ada pesan serius yang disampaikan.

Besar Nama atau Besar Pengaruh?

Menurutnya, SMSI kerap disebut sebagai organisasi media siber terbesar. Media-media yang tergabung pun memiliki nama besar.

“Tapi kalau hanya besar di nama, kecil di pengaruh, apakah itu cukup?” tanyanya retoris.

Ia menegaskan organisasi media harus punya daya tawar. Harus berani bersuara bersama jika ada kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat.

“Apakah kita hanya ingin besar di spanduk, tapi kecil di tindakan? Atau besar di komitmen, besar di integritas, dan besar di keberanian?” tegasnya.

Mukhtadi juga mengingatkan, organisasi tidak akan kuat jika hanya digerakkan satu-dua orang.

“Kalau organisasi butuh gagasan, jangan menghilang seperti sinyal di pelosok,” ujarnya yang kembali disambut tawa sekaligus anggukan setuju.

Ramadhan, Momentum Evaluasi Media

Bukber bertema “Ramadhan Penuh Berkah dalam Bingkai Jurnalisme Berintegritas” ini bukan sekadar agenda makan bersama. Lebih dari itu, menjadi momen refleksi bagi perusahaan pers yang bernaung di bawah SMSI Jambi.

Mukhtadi menegaskan, media harus menjadi garda terdepan mencerdaskan kehidupan di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

Sebagai penerima Press Card Number One dari PWI Pusat, ia juga menekankan pentingnya nilai dan komitmen dalam berorganisasi.

“Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama. Pertanyaannya, nama seperti apa yang ingin kita tinggalkan?” ucapnya.

Acara semakin sejuk dengan tausyiah Ustadz Khoiron yang mengajak seluruh hadirin merefleksikan diri di bulan suci, memperbanyak amal, dan menjaga integritas.

Menjelang azan Magrib, seluruh peserta berbuka puasa, dilanjutkan salat berjamaah dan foto bersama.

Sederhana, hangat, penuh tawa. Tanpa pejabat. Tanpa protokoler. Tapi penuh makna. (rdi)

News Feed