BETARA.ID, KOTA JAMBI – Pemerintah Kota Jambi menggandeng lima perguruan tinggi di Provinsi Jambi untuk memperkuat pembangunan berbasis riset, teknologi, dan inovasi daerah.
Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Aula Bapperida Kota Jambi, Senin (27/7/2026).
Sinergi tersebut bertujuan memanfaatkan kajian akademik untuk menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan, mulai dari pengembangan konsep Smart City, percepatan digitalisasi pelayanan publik, hingga peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Kelima perguruan tinggi yang menjalin kemitraan meliputi Universitas Jambi (UNJA), UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Universitas Dinamika Bangsa (UNAMA), Universitas Muhammadiyah Jambi, dan Universitas Adiwangsa Jambi (UNAJA).
Penandatanganan kerja sama ini dihadiri Wali Kota Jambi Maulana, Rektor UIN STS Kasful Anwar, Rektor UNAMA Setiawan Assegaff, Rektor UM Jambi Hendra Kurniawan, serta para dekan dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kolaborasi lintas sektor ini menempatkan dunia kampus sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang terukur dan berbasis data riil.
Wali Kota Jambi Maulana menegaskan bahwa hasil penelitian akademisi tidak boleh berhenti sebagai karya ilmiah di dalam kampus, melainkan harus diterapkan langsung menjadi solusi pembangunan.
“Kami ingin membangun Kota Jambi dengan pendekatan ilmiah. Kampus bukan hanya tempat mencetak lulusan, tetapi juga pusat lahirnya inovasi yang dapat membantu pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan,” ujar Maulana di Jambi.
Maulana menambahkan, kerja sama ini membuka ruang lebih luas bagi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang penelitian dan pengabdian masyarakat yang menyasar kebutuhan warga secara langsung.
Selain meningkatkan efektivitas kebijakan publik, kemitraan ini difokuskan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global.
“Selain memperkuat kualitas kebijakan publik, kolaborasi dengan perguruan tinggi juga diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang adaptif serta memiliki daya saing,” kata Maulana.
Pemkot Jambi optimistis kolaborasi ini mampu mempercepat pembenahan tata kelola pemerintahan berbasis digital, mendorong pergerakan ekonomi kreatif, serta menciptakan iklim pembangunan kota yang berkelanjutan.(*/Rdi)











