BETARA.ID, Kota Jambi – Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, SE. M.A., mengikuti Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Pemerintah Kota Jambi dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako
Batuah Kota Jambi ke-625, Selasa (02/06/26), di Gedung Swarna Bumi Gedung DPRD Kota Jambi.
Rapat Paripurna Istimewa ini merupakan puncak dari peringatan Hari bersejarah bagi Kota Jambi, yang dihadiri berbagai tokoh penting, baik dari Provinsi dan Nasional, bahkan Internasional dari sejumlah Negara tetangga. Seperti, Menteri Koordinataor Bidang Pangan Dr. (H.C.) H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M, Wakil Menteri Koordinataor Bidang Pangan Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Dr. H. Bima Arya Sugiarto, S.I.P., M.A., Wakil Menteri Transmigrasi H. Viva Yoga Mauladi, M.Si, Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Sesditjen Bina Adwil) Sri Purwaningsih, S.H., M.A.P., Ketua DPRD Provinsi Jambi Muhammad Hafiz Fattah, B.Com, dan Ketua Pengakap Malaysia Mayor Jenderal (Purn) Dato’ Prof. Dr. Mohd Zin.
Tahun ini Tema HUT Kota Jambi adalah “Pertumbuhan dan kemajuan untuk Kota Jambi yang Bahagia dan Berkelanjutan” Hal ini merupakan tekad dan harapan seluruh elemen masyarakat di Tanah Pilih Pusako Batuah.
Rapat Paripurna tersebut dipimpin dan dibuka secara langsung oleh Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, S.E., yang dalam pidatonya, ia menyampaikan bukti kolaborasi yang kuat dan solid antara Pemerintah Kota dan Dewan dapat menghasilkan 8 Peraturan Daerah (Perda) selama tahun 2025.
Dalam sambutannya, Menteri Koordinataor Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengajak seluruh pejabat daerah agar setia terhadap konstitusi yang artinya setia terhadap Pancasila dan UUD 1945. Hal ini tentunya sangat sejalan dengan usia Kota Jambi yang tidak lagi muda.
“Setia sumpah kita ini yang saat ini tengah diluruskan oleh Bapak Presiden. Seperti dalam bidang pangan agar memiliki kedaulatan, karena merupakan hak – hak petani dan rakyat kita yang telah terabaikan selama ini,” ucap Menko.
Dikesempatan itu, Wali Kota Jambi, Maulana, menyampaikan pidato komprehensif yang memuat sejarah, capaian, tantangan, serta visi masa depan Kota Jambi. Dalam 462 hari masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, ia menyampaikan berbagai capaian pembangunan yang disambut positif dengan datangnya berbagai dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia (Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, dan Sejahtera).
“Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kota Jambi berhasil memperoleh berbagai dukungan pembiayaan pembangunan yang mencapai Rp1,96 triliun. Selain itu, dukungan investasi yang masuk ke Kota Jambi juga mencapai Rp1,32 triliun. Capaian tersebut menjadi indikator positif terhadap meningkatnya kepercayaan berbagai pihak terhadap potensi pembangunan dan iklim investasi di Kota Jambi,” ujarnya.
Dari sektor pendapatan daerah, Maulana juga mengungkapkan bahwa realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jambi pada tahun 2025 mencapai Rp615,08 miliar. Angka itu meningkat 35,11 persen dibandingkan realisasi PAD tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp455,25 miliar.
“Peningkatan PAD ini menunjukkan semakin kuatnya kemandirian fiskal daerah yang menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Kenaikan PAD tersebut juga berdampak pada meningkatnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Jambi. Dari sisi pendapatan, APBD Kota Jambi tahun 2025 mencapai Rp2,013 triliun, naik dari Rp1,765 triliun pada tahun sebelumnya atau meningkat sebesar 14,06 persen,” katanya.
Selain itu, Ketimpangan ekonomi yang diukur melalui indeks gini berhasil ditekan dari 0,395 menjadi 0,339. Sementara inflasi tetap terkendali dan pada April 2026 tercatat sebesar 1,73 persen, menjadikan Kota Jambi masuk dalam jajaran 10 kota dengan inflasi terendah di Indonesia. Perbaikan ekonomi tersebut turut berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Angka kemiskinan turun dari 7,73 persen menjadi 7,69 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka berkurang dari 7,38 persen menjadi 7,08 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Jambi juga meningkat menjadi 82,32 dan masuk kategori sangat tinggi.
Lebih lanjut, Maulana juga mengungkapkan sejumlah program prioritas yang akan menjadi fokus pembangunan tahun 2026. Mulai dari sektor perlindungan sosial, Pemerintah Kota Jambi memperluas cakupan Program Kartu Bahagia melalui penambahan 8.660 peserta BPJS Ketenagakerjaan. Terdiri dari
1.000 pekerja rentan, 1.860 petugas keagamaan, 1.650 sekretaris RT, 1.000 pekerja Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM), dan 3.150 petugas rumah ibadah.
“Dengan penambahan tersebut, total penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan mencapai 15.740 orang, dari sebelumnya hanya sebanyak 7.080 orang,” ungkap Maulana.
Di bidang pendidikan, Pemkot Jambi juga telah menyiapkan beasiswa bagi 2.013 siswa kurang mampu jenjang SD dan SMP, Revitalisasi satuan pendidikan, termasuk rencana pembangunan dua unit sekolah baru dan usulan revitalisasi 150 Satdik.
Sementara, untuk mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi perhatian publik turut menjadi agenda utama pemerintah. Melalui Program Kampung Bahagia, Pemkot Jambi mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui OPBM, yang hingga saat ini, sebanyak 70 OPBM swadaya telah entuk dan melayani sekitar 200 RT, sehingga berhasil menutup 94 tempat pembuangan sampah (TPS) dan TPS liar, dengan target tahun ini seluruh TPS liar di Kota Jambi dapat dituntaskan. Hal ini tentunya dalam mendukung upaya bersama dalam menciptakan ekosistim ekonomi sirkular yang berkontribusi pada pengurangan pengangguran dan kemiskinan, peningkatan indeks kualitas lingkungaan serta kesehatan masyarakat, dan mendukung Gerakan Nasional Indonesia ASRI.
Tidak hanya itu, untuk memperkuat keamanan lingkungan, Pemkot Jambi juga akan memasang lebih dari 1.100 kamera pengawas atau CCTV yang terintegrasi dengan Jambi City Operation Center (JCOC) selama 24 jam penuh.
Wali Kota Jambi juga menegaskan, berbagai capaian yang berhasil diperoleh saat ini merupakan hasil kerja sama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, DPRD, dunia usaha hingga masyarakat yang terus mendukung pembangunan Kota Jambi menuju kota yang semakin maju dan
membahagiakan.
“Ini adalah sinergi seluruh elemen masyarakat kota Jambi, untuk itu di momen terhormat ini kami selaku kepala daerah dan wakil kepala daerah Pak Diza atas nama jajaran pemerintah kota Jambi DPRD serta seluruh masyarakat kota Jambi menyampaikan terima kasih, dan saya juga mengimbau, serta mengajak seluruh elemen masyarakat di tanah pilih ini untuk selalu menjaga semangat gotong royong, toleransi dan kebersamaan untuk terus bergandeng tangan dan bersinergi guna memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan dan kejayaan negeri,” pungkas Wali Kota Maulana.
Sementara itu, Gubernur Al Haris menyampaikan, bahwa sebagai etalase di Provinsi Jambi, Kota Jambi harus dapat mengimbangi kemajuan-kemajuan kota-kota lain di Indonesia.
“Kota Jambi adalah barometer bagi Jambi untuk itu kemajuannya haruslah sama dengan Kota-kota lain di Indonesia,” ucap Haris.
Mendukung hal tersebut, ia mengatakan telah banyak langkah Pemerintah Provinsi Jambi dalam mendukung setiap kebijakan dan langkah penyelesaian permasalahan di Kota Jambi. Salah satunya adalah penanganan masalah banjir melalui pembangunan kolam retensi.
Mendukung itu, kita patungan sama-sama membeli lahannya, bersama kolaborasi dengan Pemerintah Pusat dan alhamdulillah saat ini sedang dalam pembangunan, begitu juga hal – hal lainnya,” ujar Gubernur Al Haris.
Dalam Rapapt Paripurna tersebut, turut dilakukan Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kota Jambi dengan Pemerintah Kota Sungai Penuh dan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang ditandatangani langsung oleh masing-masing Kepala Daerah dan penyerahan surat pernyataan hibah dari Pemerintah Provinsi Jambi kepada Pemerintah Kota Jambi. Serta dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Lurah yang mencapai OPBM terbanyak yang diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, dan penyerahan bantuan, serta santunan kepada masyarakat Kota Jambi.(*/Rdi)







