BETARA.ID, JAMBI – Tiga korban ledakan di mal Jambi Town Square (Jamtos), Kota Jambi pada Selasa, 22 September 2026 lalu, hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Sementara itu, salah satu korban Peko Pradana (34) yang mengalami luka bakar parah di bagian wajah, kedua tangan, dan kaki akhirnya meninggal dunia.
Peko yang bekerja sebagai sekuriti ini, meninggal dunia pada Senin dini hari, 5 Oktober 2026, setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif akibat luka bakar di RS Kambang lalu dirujuk ke RS Siloam.
Kabar ini membuat seluruh rekan kerja korban berduka. Management Jamtos kemudian menggelar doa bersama yang dihadiri keluarga korban, karyawan, managemen mall, dan aparat penegak hukum, Selaaa (6/10/2026).
Bastian yang merupakan Paman Peko, mengatakan saat ini keluarganya masih dalam suasana berduka.
Jenazah Peko kemudian dibawa dari Jambi menuju Desa Koto Dian Rawang , Kecamatan Hamparan Rawang, Kota Sungai Penuh dan dimakamkan di kampung halamannya.
Dijelaskannya kepergian Peko meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Almarhum meninggalkan seorang anak laki-laki yang masih berusia tujuh tahun dan duduk di bangku sekolah dasar.
Bahkan, kata Bastian, anak tersebut sebelumnya telah kehilangan ibunya sejak masih berusia sekitar enam bulan. Kini, anak malang ini harus kembali kehilangan orang tuanya.
“Saat usia enam bulan, anak itu ditinggalkan ibundanya. Saat ini, cucu kami itu ditinggal lagi oleh bapaknya,” ujarnya.
Keluarga berharap doa dan dukungan dari berbagai pihak dapat menguatkan anak Peko yang kini harus menjalani kehidupan tanpa kedua orang tuanya.
Bastian mengatakan, pada 10 Oktober nanti, Peko sebenarnya tengah mempersiapkan pernikahan. Bahkan, undangan pernikahan disebut telah disiapkan.
“Namun Allah berkehendak lain, beliau dipanggil oleh Allah SWT, padahal undangan pun sudah disiapkan,” ungkapnya.
Saat ini, keluarga mengaku belum membahas lebih jauh mengenai masa depan anak Peko, termasuk terkait siapa yang nantinya akan mengasuhnya.
Keluarga hanya berharap komunikasi dengan berbagai pihak tetap berjalan baik, terutama dalam memastikan persoalan yang berkaitan dengan korban dapat ditangani secara jelas.
Bagi keluarga, peristiwa tersebut bukan hanya meninggalkan kehilangan satu nyawa, tetapi juga meninggalkan seorang anak yang kini harus tumbuh tanpa kedua orang tuanya.
Terkait tiga korban yang tengah menjalani perawatan masih menjadi perhatian keluarga dan publik.
Keluarga berharap korban yang masih menjalani perawatan dapat segera pulih dari dampak kejadian tersebut. (rdi)
Sementara itu, penyidik Polresta Jambi telah memeriksa 9 saksi terkait peristiwa ledakan yang terjadi pada 22 September 2026 tersebut.
Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan melibatkan Bidang Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumsel (Sumatera Selatan). (rdi)






