BETARA.ID, BATANG HARI – Warga Desa Rambutan Masam, Kecamatan Muara Tembesi, Batang Hari dihebohkan peristiwa serangan ular yang merenggut nyawa.
Seorang warga Desa Rambutan Masam, Kecamatan Muara Tembesi, Mael (50), ditemukan dalam keadaan meninggal dunia akibat dililit ular piton atau sanca kembang (malayopython reticulatus) sepanjang enam meter lebih di kebun karetnya.
Peristiwa naas yang menimpa korban ini terjadi kebun karet miliknya, Senin (16/03/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Warga setempat, Kiki menyebutkan, peristiwa inj bermula saat korban Mael yang merupakan petani karet di Desa Rambutan Masam itu, pada pukul 05.30 WIB, pergi ke kebun karetnya untuk menyadap getah karet.
Biasanya dari kebun karet, korban sudah pulang ke rumahnya sekitar pukul 09.30 WIB.
“Namun sampai siang sekitar pukul 13.00 WIB, korban tidak pulang dan keberadaannya tidak diketahui,” ujarnya.
Keluarga bersama warga setempat kemudian melakukan pencarian terhadap korban di kebun miliknya.
Setelah dilakukan pencarian tubub korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di pinggir aliaran anak sungai dekat kebun karet.
Korban diduga tewas dililit ular piton karena ada bekas luka gigitan ular dibagian kaki dan paha.
Selain itu, pada bagian kepala korban penuh lendir ular yang mencoba memakannya, namun tidak bisa karena ukurannya terlalu besar, sehingga jazad korban ditinggal di pinggiran aliran anak sungai tersebut.
Usai menemukan jazad korban di pinggir anak sungai, warga kemudian mencari ular dan berhasil menemukannya didekat jazad korban.
Ular piton itu kemudian dibunuh warga karena sudah memangsa korban jiwa.
“Jenazah Mael sudah dimakamkan pihak keluarga, sedangkan ular pemangsa korban juga dibunuh warga yang kesal dan khawatir juga tidak dibunuh akan terus memangsa korban lainnya,” kata Kiki.
Kabar korban tewas dililit ular piton itu, kemudian juga ramai dan viral di media sosial, dimana tampak tubuh ular sudah dibacok dengan menggunakan senjata tajam oleh warga. (rdi)









