Gerak Cepat Bantu Korban Kebakaran di Tanjung Raden, Pemkot Jambi Siapkan Pembangunan Pos Damkar Baru

BETARA.ID, KOTA JAMBI – ​Pemerintah Kota Jambi bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang melanda kawasan RT 06, Kelurahan Tanjung Raden, Kecamatan Danau Teluk.

Dipimpin langsung Wali Kota Jambi, Maulana, jajaran Pemkot bersama Baznas Kota Jambi turun langsung menyambangi lokasi kejadian pada Minggu pagi (13/9/2026) untuk menyerahkan bantuan tanggap darurat.

​Kebakaran yang diduga dipicu kebocoran regulator tabung gas ini terjadi pada Sabtu sore (12/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Sedikitnya empat unit rumah nonpermanen terdampak dalam musibah tersebut, dengan dua diantaranya mengalami kerusakan berat, sementara dua warga sempat menjalani perawatan medis akibat syok.

​Dalam kunjungan tersebut, Maulana didampingi kepala dinas terkait, mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan), BPBD, Dinas Sosial, camat, lurah, hingga pihak BAZNAS.

Kehadiran para pejabat daerah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk selalu hadir di tengah masyarakat saat menghadapi situasi darurat.

​”Kehadiran saya di sini mewakili Pemerintah Kota Jambi. Kewajiban pemerintah adalah selalu hadir dalam setiap keadaan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Maulana.

​Dirinya mengapresiasi kesigapan tim Damkartan yang berhasil tiba di lokasi hanya dalam waktu enam menit usai laporan diterima.

Sebanyak 50 personel yang mengerahkan 10 armada diterjunkan ke lokasi padat penduduk tersebut untuk menjinakkan api dan mencegahnya merembet ke bangunan lain.

​Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Pemkot Jambi berencana memperkuat infrastruktur keselamatan dengan membangun pos atau markas Damkar baru di Kecamatan Pelayangan dalam waktu dekat.

Fasilitas ini nantinya dirancang untuk saling mem-backup wilayah Danau Teluk guna mempercepat waktu respons petugas.

​”Beberapa bulan ke depan kita akan membangun markas Damkar di Kecamatan Pelayangan. Dua kecamatan ini nantinya bisa saling backup mengingat akses dari seberang sering terkendala kepadatan jembatan,” jelasnya.

​Selain meninjau lokasi, pemerintah turut menyalurkan bantuan awal berupa uang tunai dari BAZNAS masing-masing senilai Rp2 juta bagi empat keluarga terdampak, dengan total keseluruhan mencapai Rp8 juta.

Tim gabungan juga akan mendata kerusakan fisik untuk membantu proses rekonstruksi bangunan selanjutnya.

​Di akhir kunjungannya, Maulana mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran rumah tangga.

Warga diminta untuk rutin mengecek kondisi kompor, selang gas, serta mencabut sambungan listrik yang tidak digunakan saat meninggalkan rumah. (rdi)