BETARA.ID, JAMBI – Aksi geng motor di wilayah Jambi yang kian beringas dan meresahkan masyarakat mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jambi.
Gubernur Al Haris menegaskan bahwa pemerintah tidak akan lagi memberikan celah atau ruang bagi kelompok berandalan bermotor untuk beroperasi di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.
Sikap tegas ini disampaikan Al Haris dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Strategi Penanggulangan Geng Motor di Aula Lantai 3 Gedung Siginjai, Polda Jambi, Rabu (8/7/2026).
“Kita menolak keras keberadaan geng motor. Mereka merusak mental anak-anak kita. Ketika mereka sudah kalap dan membahayakan nyawa orang lain—baik anak kecil maupun orang tua—maka tidak ada lagi ruang bagi mereka,” ujar Al Haris dengan tegas.
Mendata Pelajar hingga ke Akar Masalah
Gubernur Al Haris menyoroti bahwa sebagian besar pelaku aksi meresahkan ini adalah anak-anak usia sekolah yang rentan secara emosional dan sosial.
Mengantisipasi hal tersebut, ia telah menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap pelajar yang terlibat.
Pemerintah akan menerapkan pendekatan humanis melalui program Sekolah Rakyat bagi remaja yang terjerumus. Langkah ini diambil untuk memberikan pendidikan, pengawasan, serta jaminan kehidupan bagi mereka yang berasal dari keluarga dengan latar belakang kurang harmonis atau broken home.
“Kita tidak boleh mundur. Anak-anak ini butuh dididik kembali agar kembali ke jalur pendidikan yang benar. Kami akan berokestrasi bersama, mulai dari pemerintah, aparat, hingga tokoh masyarakat untuk menyalurkan energi mereka ke hal-hal positif,” tambahnya.
Ancaman Tindak Pidana Serius
Kapolda Jambi, Irjen Pol Krisno Halomoan Siregar, memastikan pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan di lapangan.
Didukung jajaran TNI, Kajati Jambi, serta pemerintah daerah, Polda Jambi berkomitmen untuk menindak tegas setiap aksi kriminalitas yang dilakukan geng motor.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi, Sugeng Hariadi, menambahkan bahwa tindakan kelompok bermotor saat ini telah melewati batas kenakalan remaja.
“Ketika mereka sengaja membawa senjata tajam seperti parang, celurit, hingga busur panah, dan menyerang warga hingga menyebabkan korban jiwa, ini adalah tindak pidana serius. Negara hadir untuk menjamin keselamatan warga di ruang publik dan memastikan jalan raya kembali aman di malam hari,” tegas Kajati.
Komitmen bersama dalam rakor ini menjadi sinyal kuat bahwa seluruh elemen di Jambi kini bersatu padu.
Tidak hanya sekadar seremoni, langkah ini merupakan manifestasi nyata untuk membersihkan jalanan Jambi dari ancaman geng motor yang selama ini mencemaskan warga. (rdi)











