BETARA.ID, SAROLANGUN — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap korban tenggelam di Kabupaten Sarolangun, dilakukan tim gabungan, Sabtu (07/03/2016).
Seorang pemuda bernama Nino Abi Maulana (19) dilaporkan hilang tenggelam terbawa arus di aliran Sungai Batang Merangin, Desa Kasang Melintang, Kecamatan Pauh, Sarolangun.
Peristiwa naas yang menimoa korban ini ini terjadi Jumat sore (06/03/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
Informasinya, insiden ini bermula saat korban tengah mandi dan berenang bersama rekan-rekan sebayanya.
Diduga karena mengalami kelelahan, Nino tak mampu berenang ke tepian sungai hingga akhirnya terseret arus dan tenggelam.
Kepala Kantor SAR Jambi, Adah Sudarsa, menyatakan, setelah menerima laporan, pihaknya langsung menerjunkan personel ke lokasi kejadian.
“Kami menerima laporan dari BPBD Sarolangun pada Jumat malam dan segera memberangkatkan tim rescue dari Pos SAR Bungo,” ujarnya.
Meski harus menempuh jarak sejauh 188 kilometer dari Pos SAR Bungo, tim rescue berhasil tiba di lokasi kejadian pada Sabtu dini hari (07/03/2026) pukul 02.30 WIB.
Usai melakukan pemantauan awal dan berkoordinasi dengan instansi setempat, operasi pencarian resmi digelar pada pagi harinya.
Sekitar pukul 07.00 WIB, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Pos SAR Bungo dan BPBD Sarolangun membagi kekuatan menjadi 3 Search and Rescue Unit (SRU).
Tim ini disebar ke dalam 2 sektor penyisiran utama untuk memperluas radius pencarian.
Guna memaksimalkan peluang menemukan korban, Tim SAR tidak hanya mengandalkan pencarian manual, melainkan juga mengerahkan sejumlah Alat Utama (Alut) canggih, diantaranya:
Landing Craft Rubber (LCR): Perahu karet khusus yang difokuskan untuk penyisiran langsung di atas permukaan sungai.
Drone Thermal: Pesawat nirawak dengan teknologi pelacak panas tubuh untuk memantau dari udara dan mendeteksi keberadaan korban secara lebih akurat.
Peralatan Medis dan Evakuasi Lengkap: Disiagakan untuk penanganan cepat apabila korban berhasil ditemukan.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi cuaca di lokasi pencarian terpantau berawan. Kondisi ini diharapkan dapat mendukung kelancaran proses pencarian oleh petugas.
Tak hanya mengandalkan tim SAR, masyarakat setempat juga tampak bahu-membahu memantau di sepanjang pinggiran sungai, berharap korban dapat segera ditemukan. (rdi)







