Cegah Kebakaran di Puncak Kemarau, Satgas Karhutla Siagakan Helikopter Water Bombing dan Pesawat Modifikasi Cuaca

BETARA.ID, JAMBI – Pelaksana Harian (Plh.) Komandan Satuan Tugas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Jambi sekaligus Danrem 042/Garuda Putih, Brigjen TNI Nyamin, menegaskan komitmen penuh dalam memitigasi potensi bencana Karhutla menghadapi puncak musim kemarau 2026.

Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara program Jambi Bicara bertajuk “Lawan Karhutla dengan Aksi Nyata” di TVRI Jambi, Selasa (21/7/2026).

Brigjen TNI Nyamin didampingi Taufik Kurrahman Ketua Komda Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Provinsi Jambi, menyampaikan bahwa Satgas Karhutla telah bergerak aktif melakukan antisipasi sejak April 2026.

Diantaranya melalui Rapat Koordinasi (Rakor) lintas instansi, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang diinisiasi bersama sektor swasta dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Langkah ini krusial, mengingat data per pertengahan Juli 2026 tercatat, luas lahan terbakar di Jambi telah mencapai 157,54 hektar.

Guna mencegah meluasnya dampak Karhutla terhadap ekosistem, kesehatan, dan perekonomian warga, Satgas mengedepankan tindakan preventif dan pemadaman cepat (quick response).

“Kami tidak menunggu api membesar. Sejak Mei lalu, aksi nyata pembasahan lahan gambut melalui modifikasi cuaca sudah berjalan. Saat ini, 81 posko kerawanan telah tergelar di titik rawan untuk memastikan deteksi dini dan sosialisasi langsung ke masyarakat,” tegas Brigjen TNI Nyamin.

Untuk memperkuat pergerakan di lapangan, Satgas Karhutla Jambi menyiagakan perlengkapan pemadaman darat dari unsur TNI-Polri, Manggala Agni, hingga tim tanggap darurat perusahaan.

Operasi tersebut didukung armada udara bantuan pemerintah pusat yang terdiri dari dua unit helikopter water bombing, dua unit pesawat patroli udara, serta satu unit pesawat modifikasi cuaca.

Guna memastikan wilayah bebas dari potensi api berulang, Brigjen TNI Nyamin meninjau langsung kondisi lapangan melalui patroli udara di sejumlah kawasan rawan, termasuk area gambut di Sungai Gelam dan Kumpeh.

Patroli udara dan darat dilakukan secara intensif pada pagi hari untuk memverifikasi area bekas pemadaman, serta sore hari untuk memantau potensi aktivitas pembakaran ilegal.

Sebagai solusi jangka panjang, Plh. Dansatgas mengimbau masyarakat untuk meninggalkan metode pembakaran dalam pembersihan lahan, terlebih pemerintah daerah telah memfasilitasi pinjaman alat berat bagi warga yang ingin membuka lahan pertanian secara aman.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat dan perusahaan untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di area gambut karena apinya bisa bertahan di bawah permukaan dan sangat sulit dipadamkan,” ujarnya.

“Satgas siap hadir 24 jam untuk merespons titik api demi memastikan kualitas udara dan stabilitas ekonomi Provinsi Jambi tetap terjaga,” pungkas Brigjen TNI Nyamin. (rdi)

News Feed