BETARA.ID, JAMBI – Gubernur Jambi Al Haris secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Camat se-Provinsi Jambi Tahun 2026 di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi, Selasa (29/9/2026).
Dalam forum strategis ini, Al Haris menegaskan posisi vital camat sebagai ujung tombak pemerintahan dalam memastikan setiap kebijakan daerah dirasakan langsung oleh masyarakat.
Al Haris menyatakan, camat mengemban fungsi krusial tidak hanya dalam roda administrasi, tetapi juga sebagai penyelaras program lintas sektor.
Penguatan kapasitas di tingkat kecamatan diyakini mampu mendongkrak kualitas pelayanan publik secara menyeluruh.
”Camat memiliki fungsi yang krusial dalam menjalankan tugas pemerintah daerah dan menyinkronkan kerja pemerintah secara efektif. Kecamatan yang kuat akan mendorong pelayanan publik yang baik,” ujar Al Haris.
Lebih lanjut, Gubernur memaparkan bahwa camat memegang kendali penuh sebagai pengendali program bawah, jembatan komunikasi antara pemerintah dan warga, sekaligus motor penggerak sinergi wilayah.
Pada kesempatan tersebut, Al Haris secara khusus menginstruksikan para camat untuk meningkatkan intensitas pengawasan terhadap proyek pembangunan yang sedang berjalan di wilayah masing-masing, terutama program bedah rumah yang menyasar ribuan kepala keluarga.
”Ada program pemerintah yaitu bedah rumah. Mohon dipantau program ini di daerahnya. Ada 5.000 lebih program itu, mohon bapak dan ibu camat dipantau,” tegasnya dihadapan peserta rakor.
Selain itu, ia turut memaparkan sinkronisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Sejumlah capaian turut disorot, mulai dari pembangunan ratusan unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hingga ekspansi Sekolah Rakyat.
”Jumlah KDMP di Jambi 205 unit, sisanya masih pembangunan. Sekolah Rakyat sudah ada dua yang sedang berjalan di Kota Jambi dan Tanjabtimur. Nanti akan dibangun lagi di Tebo, Bungo, dan Sarolangun,” jelasnya.
Di tengah dinamika birokrasi saat ini, Al Haris juga mengingatkan para camat agar tetap sigap menghadapi berbagai tantangan krusial, mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga penyesuaian efisiensi anggaran daerah.
”Kita hari ini sibuk menangani karhutla, efisiensi, dan anggaran yang banyak dipangkas. Namun, kita jadi camat tetap harus bersemangat,” pesannya memotivasi.
Menutup arahannya, Al Haris melontarkan gagasan perlunya program pembinaan khusus berupa retreat bagi para camat.
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, mengingat banyaknya pejabat camat baru yang membutuhkan pembinaan mendalam. (*/rdi)










