BETARA.ID, KOTA JAMBI – Ancaman kabut asap dan cuaca kering ekstrem di Kota Jambi direspons cepat oleh pemerintah setempat.
Sebanyak 5.000 masker KN95 dibagikan gratis kepada pengendara yang melintas di kawasan Simpang IV Mayang, Senin (7/9/2026).
Aksi bagi-bagi masker ini merupakan kolaborasi taktis antara Pemerintah Kota Jambi dan Ikatan Wartawan Kota Jambi.
Gerakan ini bertujuan melindungi kesehatan warga dari paparan partikel halus di udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Wali Kota Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha dan Sekretaris Daerah Ridwan turun langsung ke jalan.
Jajaran kepala perangkat daerah serta pengurus IWAKO turut bahu-membahu membagikan pelindung pernapasan tersebut kepada pengendara yang melintas.
Maulana mengungkapkan, langkah preventif ini diambil menyusul proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan musim kemarau tahun ini berlangsung cukup panjang.
Pemerintah kota telah menyiapkan total 100 ribu masker untuk mengantisipasi penurunan kualitas udara.
”Kita menyiapkan 100 ribu masker, namun hari ini kita sebar 5 ribu masker langsung kepada masyarakat, terutama para pengendara di lampu merah Mayang,” ujar Maulana di lokasi kegiatan.
Penggunaan masker secara konsisten dinilai krusial untuk mencegah lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Terlebih lagi, aktivitas di luar ruangan tanpa pelindung memicu kerentanan tinggi terhadap polusi udara berpartikulat kecil.
Selain isu kesehatan, Pemkot Jambi juga memantau dampak kabut asap terhadap sektor pendidikan.
Maulana mendengarkan keluhan orang tua terkait lonjakan kebutuhan kuota internet tatkala sekolah menerapkan sistem belajar daring.
Pemerintah menyiapkan opsi subsidi kuota bagi keluarga prasejahtera atau kelompok desil 1 yang membutuhkan.
Pendanaan bantuan tersebut nantinya akan memanfaatkan dana tanggung jawab sosial perusahaan maupun Badan Amil Zakat Nasional.
Sementara itu, krisis air bersih akibat kekeringan panjang turut menjadi fokus penanganan harian. Pemerintah mengerahkan puluhan armada truk tangki air untuk menyuplai kebutuhan warga di berbagai wilayah permukiman terdampak.
”Setiap hari kita distribusikan sekitar 35 mobil tangki. Ditambah bantuan dari Batalyon dan PMI, suplai air bersih ini berjalan nonstop 24 jam,” jelas Maulana.
Ketua IWAKO Jambi Ali Ahmadi menegaskan keterlibatan jurnalis dalam aksi sosial ini membuktikan peran media tidak sebatas menyampaikan informasi.
Insan pers terpanggil mengambil bagian langsung dalam mitigasi dampak bencana kabut asap di tengah masyarakat.
”Kami mengajak masyarakat untuk membiasakan diri menggunakan masker, terutama bagi pengendara dan pekerja yang setiap hari beraktivitas tinggi di luar ruangan,” tutup Ali. (rdi)






