ETARA.ID, KOTA JAMBI – Pemerintah Kota Jambi bersama Polresta Jambi memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memberantas aksi geng motor, tawuran, balap liar, dan kriminalitas yang melibatkan remaja.
Kesepakatan ini mengemuka dalam rapat koordinasi yang melibatkan unsur TNI, Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga para kepala sekolah se-Kota Jambi.
Wali Kota Jambi Maulana menegaskan bahwa Pemkot Jambi tidak memberikan ruang bagi aksi yang mengganggu keamanan dan keselamatan warga.
Namun, Maulana menilai penanganan kenakalan remaja tidak cukup hanya mengandalkan tindakan hukum di lapangan, melainkan harus diimbangi dengan pendekatan edukatif dan pengawasan keluarga.
“Anak-anak kita adalah aset masa depan daerah. Jangan sampai mereka kehilangan masa depan hanya karena salah memilih lingkungan pergaulan,” tegas Maulana di Jambi.
Maulana meminta orang tua memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama saat berada di luar rumah.
Pemkot Jambi juga memfasilitasi program pembinaan remaja melalui kegiatan positif di bidang pendidikan, olahraga, seni, hingga keagamaan.
“Pencegahan harus dimulai dari rumah. Orang tua harus mengetahui dengan siapa anak bergaul, sekolah memperkuat pendidikan karakter, dan pemerintah menyediakan ruang kreativitas,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolresta Jambi Boy Sutan Binanga Siregar menyatakan siap meningkatkan intensitas patroli dan pengawasan di lokasi rawan kejahatan jalanan.
Meski siap menindak tegas pelaku kriminalitas, kepolisian tetap menerapkan pendekatan humanis guna membina para remaja agar tidak terjerumus ke dalam aksi perusakan maupun tindak pidana.
Sinergi lintas elemen ini diharapkan dapat menekan angka kriminalitas remaja sekaligus menciptakan lingkungan Kota Jambi yang aman dan kondusif.(*/Rdi)






