BETARA.ID, Kota Jambi – Sebagai wujud apresiasi Pemerintah terhadap pahlawan kebersihan atau yang biasa disebut pasukan orange di Kota Jambi, Wali Kota, Dr. dr. H. Maulana M.K.M, menggelar buka puasa bersama dengan para petugas kebersihan dan pekerja harian lepas (PHL) di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, Sabtu (14/03/2026).
Kegiatan berlangsung di Lapangan Tenis Rumah Dinas Wali Kota Jambi, dengan dihadiri lebih dari seribu petugas lapangan yang selama ini bertugas menjaga kebersihan kota.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota secara simbolis juga menyerahkan Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar Rp. 800.000,- kepada para PHL yang telah ditransfer langsung ke rekening masing-masing.
Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh petugas yang telah bekerja keras menjaga kebersihan Kota Jambi.
“Terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Bapak dan Ibu yang sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Bagi yang masih belum maksimal, mari kita tingkatkan lagi kinerjanya. Alhamdulillah sejak Januari lalu, sedikit demi sedikit uang harian Bapak Ibu sudah kami naikkan,” ujar Maulana.
Ia juga memastikan berbagai bantuan telah disalurkan kepada para petugas menjelang Hari Raya Idul Fitri. Selain THR Rp. 800.000,- per orang, para PHL juga menerima bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional sebesar Rp. 300.000,- serta paket sembako.
“THR sebesar Rp800 ribu ini sudah masuk ke rekening masing-masing. Totalnya hampir Rp. 1 miliar untuk 1.125 orang petugas. Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan dengan baik untuk keluarga dalam menyambut Idul Fitri,” katanya.
Ditengah belum normalnya layanan Bank 9 Jambi, Maulana juga mengingatkan pihak perbankan agar memberikan kemudahan layanan penarikan dana bagi para petugas. Ia bahkan meminta Bank Jambi tetap membuka layanan pada akhir pekan agar para penerima dapat mengambil dana tanpa harus antre panjang.
Selain menyampaikan bantuan kesejahteraan, Wali Kota juga menyoroti tantangan besar pengelolaan sampah di Kota Jambi. Dengan rata-rata produksi sampah sekitar 0,7 kilogram per orang per hari, Kota Jambi menghasilkan lebih dari 500 ton sampah setiap harinya.
“Jika ditumpuk, jumlah sampah itu bisa memenuhi tempat ini. Karena itu, pengelolaan sampah harus dilakukan dengan sistem yang lebih baik dan melibatkan masyarakat,” jelasnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kota Jambi mengembangkan program Kampung Bahagia, yakni program pembangunan berbasis RT dengan anggaran Rp100 juta per RT. Salah satu fokusnya adalah penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Melalui program tersebut, RT dapat membeli bentor, gerobak motor, atau sarana pengangkutan sampah yang dikelola langsung oleh masyarakat.
“Ke depan, rumah tangga tidak boleh lagi membuang sampah ke TPS liar. Sampah digantung di depan rumah, kemudian diambil oleh bentor yang dikelola RT masing-masing. Dengan cara ini, kita ingin menata sistem pengangkutan sampah dari sumbernya,” tegasnya. (*/Rdi)






