BETARA.ID, MUARO JAMBI – Gubernur Jambi, Al Haris, meluapkan kekecewaannya saat memimpin kegiatan Safari Subuh di Masjid Jami’atussa’adah, Desa Talang Duku, Kabupaten Muaro Jambi, Jumat (17/7/2026).
Ia menyoroti minimnya kehadiran pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dalam agenda tersebut.
Dalam kesempatan itu, Al Haris langsung mengabsen kehadiran jajaran bawahannya. Hasilnya, dari sekitar 50 pejabat eselon II, hanya sembilan orang yang hadir. Sementara dari jajaran eselon III, hanya enam orang yang terlihat mengikuti kegiatan ibadah rutin tersebut.
Merespons ketidakhadiran tersebut, Al Haris langsung menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Jambi untuk melayangkan surat peringatan. Ia juga meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) melakukan pendataan kehadiran sebagai dasar pemberian sanksi.
“Sekda buat surat hari ini. BKD catat siapa saja yang hadir. Jika tiga kali tidak mengikuti Salat Subuh keliling tanpa alasan jelas, kendaraan dinas akan ditarik,” tegas Al Haris dihadapan jemaah.
Menurut Al Haris, Safari Subuh bukan sekadar kegiatan ibadah, melainkan sarana krusial bagi pemerintah untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Ia mencontohkan, banyak persoalan warga yang seharusnya bisa langsung ditindaklanjuti oleh dinas terkait jika pejabatnya hadir di lapangan.
“Warga tadi meminta pemisahan KUA, itu bisa dikoordinasikan Kesra ke Kemenag. Warga juga meminta lampu jalan, itu bisa dicatat Dinas ESDM. Pejabat harus hadir agar bisa mendengar dan menindaklanjuti langsung kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Selain menyoroti disiplin, Al Haris mengingatkan para pejabat untuk menjadikan ibadah sebagai landasan moral dalam menjalankan amanah.
Ia menekankan bahwa jabatan bukanlah alat untuk berbangga diri, melainkan tanggung jawab besar dihadapan masyarakat dan Tuhan.
Ia kembali menegaskan filosofi pelayanan yang harus dipegang teguh oleh setiap aparatur: membantu dengan tindakan jika tidak mampu dengan materi, atau setidaknya memberikan pelayanan yang ramah.
“Kalau belum bisa membantu materi, bantulah dengan tenaga. Kalau belum bisa dengan tenaga, bantulah dengan senyum. Paling tidak, jangan membuat masyarakat susah,” pesan Gubernur.
Kegiatan Safari Subuh kemudian ditutup dengan penyaluran bantuan sosial bagi anak yatim, kaum dhuafa, serta donasi pembangunan Masjid Jami’atussa’adah.
Meski diawali dengan teguran keras, rangkaian acara tetap berlangsung khidmat dan disambut antusias oleh warga setempat. (*/rdi)












