BETARA.ID, Kota Jambi – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, resmi melantik Arianto, S. T, sebagai Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Mayang untuk periode 2026 – 2031, pada Senin sore (16/03/2026).
Pelantikan dilangsungkan di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi ditandai dengan pembacaan sumpah janji jabatan, penandatanganan nota pelantikan, pakta integritas dan perjanjian kerja dipimpin oleh Wali Kota Jambi, diikuti Dewan Direksi yang dilantik.
Berdasarkan Surat Keputusan Kuasa Pemilik Modal Tentang Pengangkatan Direksi Perusahaan Umum Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi periode 2026 – 2031 Nomor 02 Tahun 2026, Arianto dilantik bersama dua orang Direksi lainnya. Yakni Direktur Teknik yang diisi oleh Eri Suganda, S.T., dan jabatan Direktur Administrasi dan Keuangan dipercayakan kepada Andri Susanto, S.Kom.
Dalam prosesi pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A, unsur Forkopimda Kota Jambi, jajaran dilingkungan Pemkot Jambi, para Dewan Pengawas Perumdam Tirta Mayang, serta para Mitra Perumdam Tirta Mayang dan tamu undangan lainnya.
Dalam arahannya, Wali Kota Maulana mendorong agar seluruh Direksi yang dilantik dapat bekerja langsung. Mengingat para Direksi merupakan orang-orang yang telah bekerja di Perumdam Tirta Mayang sejak lama.
“April mendatang saya langsung pimpin apel dan segera mungkin dilakukan rapat bersama seluruh Dewan Direksi dan karyawan agar segera mungkin menyampaikan program-program dan visi kerja kedepan. Karena pelantikan ini memberikan harapan besar tidak hanya bagi masyarakat, namun juga seluuh karyawan PDAM,” ucapnya.
Ia juga menegaskan, Perumdam Tirta Mayang sebagai BUMD tidak mengandalkan APBD.
“Segera lakukan akselerasi, untuk memperluas cakupan air bersih, karena Kota ini terus tumbuh melalui pembangunan-pembangunan,” tegasnya.
Lebih lanjut, menyambut Hari Raya Idul Fitri, Wali Kota Maulana menekankan, agar penyaluran air bersih terhadap masyarakat dapat berjalan lancar.
“Kejadian tahun lalu menjadi pengalaman, yang diharapkan ada kontigensi dan antisipasi. Saya rasa mereka sudah sangat paham,” tekannya.
Ia berharap, kedepannya akan ada penambahan cakupan air bersih, serta meningkatkan layanan operasional, yang saat ini masyarakat masih ada yang menikmati layanan air bersih 6 dan 12 jam perhari.
“Selanjutnya, harus mengkaji sumber-sumber air baru, karena sungai Batanghari kita tahu ada resiko pencemaran terhadap air. Kami optimis dengan 3 Direksi dengan pengalamannya selama ini semua bisa lebih produktif,” pungkas Wali Kota Maulana. (*/Rdi)












